Waktu berlari
Meninggalkan kemarin dan hari ini
Juga meninggalkan kita
Ia menuju suatu masa, tak terbilang
Di mana kita mungkin menjadi dua asing yang tak lagi saling
Kau tak lagi mengenalku dan kau tak juga mengenangku
Di masa itu kita hidup menjadi kenangan
Hanya bayang-bayang
Sebelum seseorang datang menipumu
Bahkan sebelum seseorang datang mencintaimu
Dan sebelum nanti kau lupa namaku
Ingatlah
Makhluk berkepala batu itu selalu
Seperti ombak yang tak kenal lelah
Bagai batu karang yang kokoh
Yang melarikan bintang-bintang pada malam bagai kanvas hitam
Menjadi cahaya di balik matamu
Bahwa ada yang lebih dulu melukismu
Menjadi karangan paling indah di jagat raya
Melalui tanganku melalui puisiku
Aku ingin menjadi ada dalam segala emosimu
Bahkan dalam dendammu yang paling kejam
Ingatlah nanti,
Pernah ada manusia yang memberikan pundaknya untuk segala lelahmu
Pernah ada manusia ingin menjadi langit untuk menampung segalamu
Meski sebelumnya angan-anganku tak pernah segila ini Aku ingin pastikan dunia baik terhadapmu
Bahkan, sebelum nanti kau lupa namaku.
💬 Komentar & Diskusi (0)
Login untuk berkomentar.