Thumbnail
Gema Puitis

SEBELUM NANTI KAU LUPA NAMAKU

✍️ Oleh: Noor Liora, NS ⏱️ 1 mnt 👁️ 686
📚
Tulisan ini diterbitkan dalam buku Muara Sajakku karya NOOR LIORA, NS.

Waktu berlari
Meninggalkan kemarin dan hari ini

Juga meninggalkan kita

Ia menuju suatu masa, tak terbilang
Di mana kita mungkin menjadi dua asing yang tak lagi saling
Kau tak lagi mengenalku dan kau tak juga mengenangku


Di masa itu kita hidup menjadi kenangan
Hanya bayang-bayang
Sebelum seseorang datang menipumu
Bahkan sebelum seseorang datang mencintaimu
Dan sebelum nanti kau lupa namaku


Ingatlah
Makhluk berkepala batu itu selalu
Seperti ombak yang tak kenal lelah
Bagai batu karang yang kokoh
Yang melarikan bintang-bintang pada malam bagai kanvas hitam
Menjadi cahaya di balik matamu

Bahwa ada yang lebih dulu melukismu
Menjadi karangan paling indah di jagat raya
Melalui tanganku melalui puisiku
Aku ingin menjadi ada dalam segala emosimu
Bahkan dalam dendammu yang paling kejam


Ingatlah nanti,
Pernah ada manusia yang memberikan pundaknya untuk segala lelahmu
Pernah ada manusia ingin menjadi langit untuk menampung segalamu
Meski sebelumnya angan-anganku tak pernah segila ini Aku ingin pastikan dunia baik terhadapmu
Bahkan, sebelum nanti kau lupa namaku.


Beri Rating Transmisi Ini

4.0/5 (1 suara)

untuk memberi rating.


💬 Komentar & Diskusi (0)

untuk berkomentar.


Spasi Baris