Sedari dulu aku telah begitu membebaskanmu
Akan tetapi kau lebih memilih untuk menari-nari denganku di atas lantai dansa,
Yang dipenuhi oleh pecahan petaka
Hingga setelah kakimu terluka dan berdarah-darah Kau malah berbalik menyalahkanku,
Aku yang kau salahkan,
Paling buruk, jahat, terkutuk, yang kau pinta mati dengan rayuan doa-doa busuk
Apakah kau tahu, sayang?
Sampai kapan pun kau tak akan pernah mampu untuk sekadar bisa mengimbangi kedukaanku,
Bahkan secuil pun tidak, jadi selagi kau masih sempat,
kupersilakan engkau untuk meninggalkan tempat.
💬 Komentar & Diskusi (0)
Login untuk berkomentar.