Jejak AksaraJejak Aksara

Menjelajah Semesta...

Sampul PANDUAN KKN TEMATIK: DESA DAN KELURAHAN TANGGUH BENCANA
Versi Digital Segera Hadir

PANDUAN KKN TEMATIK: DESA DAN KELURAHAN TANGGUH BENCANA

oleh Dr. Muh. Saleh, S.I.P., M.H.dkk.

Editor: Dr. Supratman, M.Pd.

Sinopsis

Panduan KKN Tematik Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana (KKNT Destana) (Cetakan Pertama, September 2026) Buku ini merupakan pedoman operasional yang disusun atas kolaborasi pentahelix di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sinergi ini melibatkan Forum Perguruan Tinggi untuk Pengurangan Risiko Bencana (FPT-PRB), Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), BPBD, BAPPEDA NTB. Buku ini dirancang sebagai panduan praktis bagi perguruan tinggi, dosen pembimbing lapangan (DPL), mahasiswa, dan pemerintah desa dalam mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan percepatan pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana yang terstandar, berbasis risiko, serta inklusif.

Latar belakang penyusunan panduan ini mengacu pada kerentanan geologis dan iklim di wilayah NTB. Pembentukan Destana dipandang penting sebagai penguatan kapasitas lokal di tingkat terdepan. Panduan ini berfokus pada pengubahan paradigma penanggulangan bencana, dari yang semula berorientasi pada respons tanggap darurat menjadi sistem pembangunan berbasis pengurangan risiko bencana (PRB) dan adaptasi perubahan iklim (API) secara terpadu sesuai standar SNI 8357:2024.

Struktur pelaksanaan KKNT Destana terbagi menjadi dua kategori program utama, yaitu Program Dasar (wajib untuk KKN reguler durasi 45 hari, meliputi Penilaian Ketangguhan Desa/PKD, pemetaan risiko partisipatif, pemasangan rambu evakuasi, edukasi, serta pembentukan FPRB/relawan desa) dan Program Pengembangan (disarankan untuk skema MBKM/Kampus Berdampak, mencakup regulasi perdes, rencana kontinjensi, penyusunan RPB Desa, hingga keterlibatan isu inklusi/GEDSI dan penghidupan berkelanjutan). Seluruh alur kerja lapangan dilaksanakan secara sistematis melalui tujuh tahapan: persiapan, asesmen lapangan (menggunakan aplikasi digital SIAGA NTB), penyusunan rencana program, pelaksanaan, monitoring-evaluasi, exit strategy, hingga pelaporan. Untuk menjamin keberlanjutan (sustainability), mahasiswa bertindak sebagai fasilitator dan mendampingi pemerintah desa agar hasil kajian risiko serta rencana aksi PRB dapat diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran desa (RPJMDes, RKPDes, dan APBDes) sebelum penarikan mahasiswa selesai dilakukan.
Harga Edisi Cetak
Rp 65.000