HIDROLOGI: Berawal Dari Perenungan Ayat Al Qur'an
oleh Dr. Ahmad Fathoni, SP., MT.
Editor: Fathul Rakhman dan Dr. Hasanuddin Molo, S.Hut., M.P.
Sinopsis
Buku ini merupakan sebuah karya literasi unik yang berupaya menjembatani pemahaman sains modern mengenai hidrologi dengan landasan spiritual melalui perenungan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Penulis, Dr. Ahmad Fathoni, memaparkan bagaimana konsep-konsep hidrologi—mulai dari penciptaan air hingga keberadaan Arasy Allah yang berada di atas air—sebenarnya telah diisyaratkan dalam Al-Qur'an jauh sebelum ilmu pengetahuan modern mendiskripsikannya. Karya ini mengajak pembaca untuk tidak hanya mempelajari siklus air sebagai fenomena fisik, tetapi juga sebagai bukti kebesaran Sang Pencipta.
Dalam pembahasannya, naskah ini menguraikan secara mendalam mengenai komponen biotik dan abiotik di bumi. Penulis menjelaskan keterkaitan antara manusia yang diciptakan dari tanah dengan elemen-elemen pendukung kehidupan lainnya seperti hewan, tumbuhan, udara, dan bebatuan. Setiap elemen tersebut dibahas dalam koridor fungsi ekologisnya sekaligus nilai-nilai tauhid yang terkandung di dalamnya, memberikan perspektif bahwa setiap tetes air dan jengkal tanah memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem yang telah ditetapkan oleh Allah.
Buku ini juga menyajikan detail teknis mengenai siklus hidrologi, mencakup proses evaporasi, transpirasi, infiltrasi, hingga fenomena air permukaan dan air tanah. Penulis tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga mengaitkan urgensi pengelolaan sumber daya air bagi kehidupan manusia, ternak, perikanan, hingga industri. Hal ini membuat naskah tersebut menjadi referensi yang komprehensif bagi akademisi, mahasiswa, praktisi lingkungan, maupun masyarakat umum yang ingin memperdalam pemahaman hidrologi dari sudut pandang yang lebih luas dan bermakna.
Secara keseluruhan, "HIDROLOGI: Berawal Dari Perenungan Ayat Al Qur'an" adalah sebuah ajakan untuk melakukan "ibadah memikir"—menggunakan akal dan logika untuk merenungi alam semesta. Dengan bahasa yang profesional namun tetap reflektif, buku ini diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan pembaca melalui pemahaman yang lebih paripurna terhadap salah satu bahan baku utama kehidupan di bumi, yaitu air.
Dalam pembahasannya, naskah ini menguraikan secara mendalam mengenai komponen biotik dan abiotik di bumi. Penulis menjelaskan keterkaitan antara manusia yang diciptakan dari tanah dengan elemen-elemen pendukung kehidupan lainnya seperti hewan, tumbuhan, udara, dan bebatuan. Setiap elemen tersebut dibahas dalam koridor fungsi ekologisnya sekaligus nilai-nilai tauhid yang terkandung di dalamnya, memberikan perspektif bahwa setiap tetes air dan jengkal tanah memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem yang telah ditetapkan oleh Allah.
Buku ini juga menyajikan detail teknis mengenai siklus hidrologi, mencakup proses evaporasi, transpirasi, infiltrasi, hingga fenomena air permukaan dan air tanah. Penulis tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga mengaitkan urgensi pengelolaan sumber daya air bagi kehidupan manusia, ternak, perikanan, hingga industri. Hal ini membuat naskah tersebut menjadi referensi yang komprehensif bagi akademisi, mahasiswa, praktisi lingkungan, maupun masyarakat umum yang ingin memperdalam pemahaman hidrologi dari sudut pandang yang lebih luas dan bermakna.
Secara keseluruhan, "HIDROLOGI: Berawal Dari Perenungan Ayat Al Qur'an" adalah sebuah ajakan untuk melakukan "ibadah memikir"—menggunakan akal dan logika untuk merenungi alam semesta. Dengan bahasa yang profesional namun tetap reflektif, buku ini diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan pembaca melalui pemahaman yang lebih paripurna terhadap salah satu bahan baku utama kehidupan di bumi, yaitu air.




